di ruang kelas pojokan..hanya kamu dan bangku duduk
di sesaknya kereta , berdiri hanya kamu tak ada orang yang dikenal
saat mendengar musik berdetum detum hanya kamu dan detak jantungmu
ketika lepas dari kekasih hanya kamu dan kisah lalunya
di kerumunan suara-bayang palsu memujamu kamu hanya merasa hanya kamu
hanya kamu…disebut sendiri dan inilah kesepian…
yah kesepian boleh jadi hanya akan dirasakan seseorang saja melekat di kemanusian kita dan tak dirasakan orang lain…
mw menurut teori psikologi ??
NEEH..Dalam perspektif psikologi sosial kesepian bisa diterjemahkan dengan keadaan emosional dan kognitif tidak menyenangkan yang berawal pada keinginan untuk membangun hubungan namun tidak dapat melakukannya…
INI BAGI REMAJA adalah salah satu siksaan terbesar (bahkan bagi saya sendiri yang seorang extrovert sekali)
Kita inginnya terus berada di tengah-tengah kehangatan sahabat,teman, keluarga
Bila suatu ketika semua itu direbut apa lagi yang ingin diperjuangkan.
Ketika kita, manusia, merasa ditinggalkan oleh yang lain apalagi harapan selanjutnya. Manusia boleh bertahan berminggu-minggu tanpa makanan, berhari-hari tanpa air, bermenit tanpa udara, tapi tak sedetik pun akan mampu bertahan tanpa harapan. Anehnya seperenungan saya harapan itu, apapun harapan itu, melekat kuat dengan adanya hubungan dengan adanya manusia lain. Untuk itulah wajar jikalau kesepian memang bisa membunuh seseorang, membunuh harapannya terlebih dahulu tentu saja.
Benci pastinya kita dengan kesepian
lalu apa yng dilakuin para remaja menghindarinya???
lari ya lari…nyari hingar bingar dan gemerlap yang menawarkan keramaian dan kehangatan semu…yang isinya kosong setelah usai..
kita terlalu takut mendekati zona sepi…
mungkin di sepi kita melihat bayang masa lalu…
yang menyeret-nyeret…
lalu kegugupan kan masa depan yang menerjang…apa lagi..
ketakutan kesedihan tergeret akan kedalamnya
dan berpikir aneh-2
dan melupakan hadiah hari ini…
selemah itu kah kita?
perlukah kita tahu…
KESEPIAN ITU MILIK KITA
Sepi itu mengkhusyukkan doa
Sepi ini mengkoreksi jiwa
Sepi itu untuk mengenal berharganya kasih sayang
waktu detik itu hanya dilewati untuk lebih mendengar detak jantungmu…
hanya milikmu
Kesepian memang manusiawi adanya.
Ia tak bisa dielak, ia harus dirasa, dikecap, oleh manusia.
Namun, pelajaran besar yang harus kita cerna adalah bahwa kesepian itu bukanlah apa-apa.
Ia tidak punya pengaruh sedikit pun untuk orang-orang yang sudah meninggalkan harap kemanusiaan. Kesepian tentu
menimbulkan sedih, gusar, tetapi ia tidak akan menimbulkan kehabisan harapan, ia tidak akan membunuh diri kita. Ini
bisa terjadi karena terjadi proses hijrah dari membuat harap kemanusiaan menuju harap keIlahian. Sekarang ketika kita
disergap rasa sepi kita tinggal palingkan wajah pada dua pilihan di depan, percabangan jalan kita: harap kemanusiaan atau
harap keIlahian
SEpi itulah yang tentu untuk mengenalkan kita kepada teman yang tak kan pernah pergi dari hidup kita..
kesepian inilah…
“Bukanlah sahabatmu kecuali orang yang tetap menemanimu meskipun ia tahu kejelekanmu. Dan itu tak lain adalah Tuhanmu yang Mahapemurah. Sebaik-baiknya yang engkau jadikan sahabat adalah siapa yang meminta darimu sesuatu bukan karena keuntungan yang ia harap darimu”
Ibn ‘Atha’llah dalam Al-Hikam
RENUNGAN sekali untuk orang EXTROVERT seperti saya