Malam ini tak sama


Pagi itu 29 Desember 2012

Tepat hari ini kali ke 19 umurku berulang

kalau kata ayahku 19 tahun lalu aku masih oe oeoe..

Sekarang sudah ganti Bu can Bucan memanggil bundaku yang artinya Ibu cantik

Sudah tua juga rupanya diriku, :p

Semunya sudah mulai berbeda dari hari-hari sebelumnya

Biasanya pagi itu aku di bangunkan bisikan bunda

” Selamat Ulang tahun anakku” sambil dikecupnya dahiku

Tapi sekarang pun aku dibangunkan alarm

Bukan karena bunda sudah enggan tapi karena memang aku sedang tak disampingnya

Ya, aku masih setia di Bandung, dan Orang tuaku di pekalongan

Aku memutuskan lebih lama di kota kembang ini untuk sesuatu dan beberapa hal

salah satunya malam ini,

 

Ya malam ini berbeda dengan malam 29 desember yang lain, kalau biasanya rutin bundaku memasakkan masakan spesial untuk hari makan malam keluarga ku lengkap, kali ini akulah yang memasak hidangan spesial untuk keluarga baru ku, maksudku bukan aku sudah berkeluarga, tapi untuk adik-adik dan sahabat ku yang ada di sini :)
Ya Malam ini tak sama dengan malam 29 yang lain tapi malam ini sama spesialnya

“Menu Capcay daging, tempe dan nasi hangat”Lebih dari kata istimewa untuk menggantikan masakan bunda tapi ini malam yang cukup sederhana untuk aku bisa menemukan bahagia”

Ya sangat sederhana, tapi lelahku berdiri 5 jam untuk mempersiapkan masakan besar ini cukup terbayar lunas dengan senyuman dan canda tawa ketika kita berbagi makanan dibawah kolong pasopati sambil menonton film “up”, rasanya sangat lengkap ada rasa, ada tawa, sudah pasti ada bahagia :)

akhir kata

“Selamat Ulang Tahun Amelia”

semoga kamu dapat selalu berbagi dan mencipta bahagia dimanapun  kau berada-Amiin-

Langitku=Langitmumu, lalu kenapa Duniaku tidak sama denganmu ?


Pagi

Lelap Aku

tertidur beratapkan langit

indah dan biru

beralaskan rumput hijau

menebar aroma embun

dan bebanku, terbang

tertiup angin menuju daratan antah berantah disana

kepala kami mendongak

langit biru yang indah

peluh keringat membasuh raga

dawai2 kecil kami masih setia

mendetingkan nadanya

 meraup koin2 penyumpal perut

aspal berdebu ,telanjang kaki kami menyapanya

Petangpun tiba

Purnama pula menyapa

hingar gerlap dunia  menggantikan segalanya

di balik kaca ,kutak tahu kemana ini akan berujung

yang pasti bukan dibalik meja dengan secangkir cappucinno

bukan pula diantara vodka

aku menatap bulan

kami memandang bulan

ini purnama kesekian kami berjumpa

mengadu pada langit

dengan segala cerita

terwakilkan nada2  dan tawa canda

bertelanjangkaki menari  suka cita

Bulan

disinilah kita berjumpa

aku tahu kemana ini berujung

disinilah kita jumpa ,kalian dan aku

diatap tertinggi menikmati bulan

dengan kesederhanaan

memaknai kedahsayatan ciptaaan tuhan

Purnama

Tuhan..aku kini tahu

Kau ciptakan langit ini tuk semua

kumelihatnya mereka pula mamandangnya

karena Langit tak memiliki batasannya

namun

Kenapa kita berada di dunia yang berbeda?

Tuhan..kami bertanya

Image

Di Kaki Pasopati, merah putihku “ada”


Selasa itu rutinitas yang sama,

bangun, mandi,

kuliah,

cuap-cuap

seperti sore itu juga aku menyusuri kota bandung menggunakan angkot cicaheum ciroyom

menikmati macetnya kota bandung di pusat nya manusia CIHAMPELAS WALK pemandian yang kini disulap menjadi kolam belanja

Tapi bukan,bukan disana angkotku berhenti

Bukan Gedung mall raksasa itu yang menjadi magnetku

1500 rupiah ongkos yang kubayar ketika berhenti di perempatan dibawah jembatan pasopati

Pasopati alah satu icon kegagahan pembagunan bandung

dan “dia” pula saksi bisu ceritaku tiap selasa sore :)

 

di kolom rangka raksasa pasopati itulah

aku bertemu sahabat-sahabat kecilku

yang setia menyambutku dengan pelukan hangatnya

meski aku tak bergaun, harum atau pun membawa iringan sesuatu, hanya aku yang mereka terima apa adanya

ada nuur,miftah, musa,desi ,ari,aji,surya,heri,putri, ardi,camelia, bang bang,jajang dan masih banyak lagi yang aku berusaha menghafalnya satupersatu

(tenang nanti dipost selanjutnya akan kuperkenalkan mereka satu persatu) :) Jangan Tanyakan bagaimana aku menemukan mereka, karena merekalah yang menemukanku

“Rumah Belajar Kolong PASOPATI”

itu judulnya

tak berbata tak beratap hanya selasar sederhana dengan meja mungil dan papan tulis

Tapi ada yang tegar berdiri disana” Bendera Merah Putih ” Gagah berkibar menandakan  bahwa itu juga teritorial INDONESIA

gubuk mungil itu dilengkapi dengan kemah, kompor bata, dan kandang ayam, bebek kucing , anjing

Lengkap rasanya , itulah rumah mereka juga sekolah mereka

di sesi ini aku bercerita tentang merah putih di kolong pasopati

Ya Setiap awal kelas pak Ustadz dengan sabar membimbing anak-anak untu berdoa untuk ayah ibu,doa belajar, al-fatihah, doa untuk kakak pengajar :’) dan

inilah yang istimewa “Menyanyikan Lagu Indonesia Raya”

Aku terhentak mereka hafal, mereka menyanyikannya dengan gembira bahkan sesekali mengikuti birama tanganku yang menyerupai kondaktur

masih ingatkah kau lagu wajib tiap hari senin itu yang dulu kita sering bosan memaknainya karena terlalu sering bergaung, tapi diwajah sahabat kecilku

tersirat semangat dan keceriaan mereka

Sahabat-sahabatku mereka terlampau kecil untuk memaknai cerita di lagu itu, tapi mereka tahu semangatnya

Pak presiden , pak mentri, pak guru mereka adik-adikku mereka hanya tahu mereke bangga jadi anak merah putih

mereka tak menagih apa-apa dari bangsa ini, mereka hanya punya sepijak bumi tempat mereka terlelap dan berteduh

 

Aku ingat di pembukaan UUD Dasar 45 yang pernah kubacakan diupacara

tentang kata “mencerdaskan kehidupan bangsa”

aku kira merekapun belum pernah mengejanya, tapi itulah hak adik-adikku, aku dan berjuta sahabat kecilku dimana saja :)

kamu tahu itu tak hanya tugas negara,mentri dan presiden saja, tapi setiap yng sudah merasa berilmu di negara ini, untuk itu teman2ku dan berjuta kawanku dimanapun berada dengan setia berbagi dengan adik- adik anak Indonesia

“Karena Setiap yang berilmu harusnya berbagi ilmu”
@meliamelias : Rubel “Kolong Pasopati” adik-adikku mereka hafal lagu Indonesia Raya, dI RUMAH ATAP Langit “Pasopati” mereka bangga mengibarkan sang merah putih di tiang benderanya, mereka bangga jd #anakIndonesia,ANAK INDONESIA yg berhak atas PENDIDIKAN, seperti kata UUD “mencerdaskan kehidupan bangsa” :)

Temukan kami di kolong pasopati perempatan cihampelas , Bandung :) SAMPAI JUMPA!!